Jumat, 19 Juni 2015

TUGAS 3 BAHASA INDONESIA

A. Definisi Resensi
Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali.Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya.Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.
Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku.
Sedangkan kata “mengulas” itu sendiri mempunyai arti memberikan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb); mempelajari (menyelidiki) dan kata “ulasan” mempunyai arti kupasan, tafsiran, komentar:

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.
Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.
Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.  
B. Enam Langkah Meresensi Buku
1. Pengenalan terhadap buku yang diresensi. Dalam tahap ini, peresensi:
a. mengenalkan tema buku disertai dengan deskripsinya; 
b. mencantumkan identitas sebuah buku, seperti judul buku, nama penerbit, nama pengarang, jumlah halaman, tahun terbit, dan harga, bahkan pengelompokan buku (apakah buku yang akan diresensi termasuk ke dalam buku yang membahas bidang bahasa, sastra, politik, dan kebudayaan).
2.Membaca buku yang akan diresensi berulang kali, sehingga persoalan utama buku dapat dipahami secara tepat.
3. Memberikan tanda pada bagian-bagian buku yang patut mendapat perhatian.
4. Membuat sinopsis atau intisari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap atau menilai buku, dengan memperhatikan:
a. apakah buku yang akan diresensi itu saling berkaitan antara satu bab dengan bab lainnya;
b. adakah keistimewaan penulis dalam buku yang hendak diresensi itu;
c. apakah bahasa yang digunakan penulis mudah dipahami;
d. apakah tampilan buku, baik dari jilid maupun isi teks memerhatikan keterbacaan dan keindahan.
6. Menyunting dan membaca ulang hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar meresensi buku.
 
C. Unsur-unsur Resensi 
Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:
  •  Membuat judul resensi, judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
  •  Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
– Judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);
– Pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);
– Penerbit;
– Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
– Tebal buku;
– Harga buku (jika diperlukan).
  •  Membuat pembukaan
– Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
– Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;
– Membandingkan dengan buku
sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;
– Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
– Memaparkan keunikan buku;
– Merumuskan tema buku;
– Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
– Mengungkapkan kesan terhadap buku;
– Memperkenalkan penerbit;
– Mengajukan pertanyaan;
– Membuka dialog.

Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
  • Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

Sumber : 
 https://id.wikipedia.org/wiki/Resensi
https://hafidzdotorg.wordpress.com/2013/10/11/pengertian-resensi-dan-contoh-resensi-novel/
http://melanisajuliarta.blogspot.com/

TULISAN 3 BAHASA INDONESIA

A.      Identitas Buku
Judul                                        : Chairul Tanjung si Anak Singkong
Nama Pengarang                     : Tjahja Gunawan Diredja
Nama dan Kota Penerbit         : PT Kompas Media Nusantara, Jakarta
Edisi Penerbitan                      : Juni 2012
Tebal Buku                              : xvi + 384 hal.; 15 cm x 23 cm
Kertas                                      : Buram bergambar
Harga Buku                             : Rp 55.000,00
B.     Pendahuluan
Awal cerita dari buku ini mengisahkan tentang suatu moment yang sangat berkesan buat Chairul Tanjung (CT) dimana ia diberitahukan oleh ibunya bahwa uang kuliah yang telah di berikan kepadanya adalah uang hasil menjual kain halus. Mengetahui hal tersebut maka ia pun kemudian bertekad untuk tidak lagi memberatkan orang tuanya dan akan membiayai sendiri kuliahnya di FKG UI yang saat kejadian itu masih duduk di semester 1.
 Cerita pun berlanjut melihat masa lalunya yang sebenarnya juga bukan berasal dari keluarga yang miskin karena sebelumnya mereka sempat memiliki beberapa perusahaan percetakan dan showroom mobil. Namun karena tidak setuju dengan pemerintahan orde baru maka usaha pun menjadi bangkrut dan tinggallah mereka kemudian di gang Abu, Jakarta Pusat. Tuturnya, pada th. 1970-an, adalah satu diantara lokasi terkumuh di jakarta. Jalanan tanah, becek, dan banjir saat hujan. Semua tempat tinggal di lokasi ini adalah tempat tinggal petak kecil, beratap pendek, dinding tambal sulam, dan tidak ada bangunan bertingkat.
Pada kalimat-kalimat selanjutnya lebih banyak menyenangkan bagi mereka yang ingin mengetahui bagaimana kisah CT membangun kerajaan bisnisnya, karena setelah berkisah tentang keluarganya, ia mulai berkisah bagaimana ia memulai bisnisnya di bawah tangga kampus UI yang waktu itu masih di Salemba dengan membuka usaha foto copy di kampusnya. Lantas masuk ke bisnis alat-alat kedokteran gigi buat memenuhi keperluan rekan-rekannya.
 Cerita yang ia sampaikan walaupun terkesan melompat-lompat menurut saya  tampaknya banyak moment berkesan yang ingin ia sampaikan pada saat awal ia membangun kariernya. Moment membangun karier inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian yang cukup banyak dibahas mulai dari bagaimana ia berhubungan baik dengan para petinggi kampus, sehingga sedikit banyak usahanya menjadi lancar sampai bagaimana ia membagi waktu diantara belajar sebagai mahasiswa, memulai bisnis dan kehidupan kesehariannya dimana ia menggambarkan diri sebagai seorang yang simpel dan mempunyai banyak teman. Bagian selanjutnya dari buku ini mengisahkan  proses pengambil alihan Bank Karman yang kini menjadi Bank Mega yang menjadi tonggak lonjatan usahanya, hingga membangun Trans TV, kemudian membeli Tv7 dan mengubah namanya menjadi  Trans 7 hingga yang menjadi polemik seperti pembelian saham Carrefour pun ia jelaskan di buku ini.
C.    Kepengarangan
a.       Latar Belakang  
   Tjahja Gunawan Diredja dikenal sebagai wartawan Kompas merasa tidak percaya ketika disuruh untuk menulis buku yang berjudul Chairul Tanjung si Anak Singkong yang merupakan biografi dari Chairul Tanjung. Dan biografi Chairul Tanjung ini baru bisa ditulis setelah dia berusia 50 tahun. Sementara keberadaan Chairul Tanjung di dunia bisnis sudah sangat lama. Akhirnya pada tahun 2010, Tjahja Gunawan Diredja memberanikan diri untuk memulai menulis kisah perjalanan si Anak Singkong yang meniti usaha dari nol sampai besar seperti sekarang.
Metode penulisan biografi ini tidak semata-mata wawancara langsung dengan Chairul Tanjung, tetapi Tjahja Gunawan Diredja mengawalinya dengan kegiatan survei ke tempat Chairul Tanjung waktu kecil.Kemudian juga mewawancarai sejumlah teman Chairul Tanjung sewaktu di SMP, SMA, hingga teman kuliah di FKG-UI, beberapa pengamat ekonomi, dan narasumber lainnya. Tjahja Gunawan Diredja juga tidak sekedar menulis, tetapi juga mendapatkan soul dari dari setiap kisah perjalanan Si Anak Singkong ini. Tidak lupa Tjahja Gunawan Diredjajuga mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bangun dan teman-teman di redaksi Kompas yang telah memberikan kesempatan kepada Tjahja Gunawan Diredja untuk bisa menulis buku ini ditengah pekerjaan sehari-hari di kantor. 
b.      Karier Kepenulisan        
        Bergabung dengan harian Kompas sejak tahun 1990. Pernah ditugaskan di Bandung, Surabaya, dan Tangerang. Mendirikan Forum Wartawan Independent (FOWI) di Bandung
c.       Karya-karyanya 
Karya-karya yang dihasilkan Tjahja Gunawan Diredja dalam bidang kesastraan tentang penulisan buku mungkin hanya ini yang pertama, karena Gunawan Diredja merupaka seorang wartawan jadi hasil tulisannya bukan dalam bentuk buku tapi dalam bentuk berita Buku pertama yang ditulis adalah Chairul Tanjung si Anak Singkong.
d.      Gaya Pengarang 
            Dalam menulis buku ini Tjahja Gunawan Diredja menuruti keinginan dari Chairul Tanjung, sementara gaya bahasa yang disukai Chairul Tanjung adalah gaya sastrawan Ramadhan K.H. (almarhum). Oleh karena itu, tulisan ini kemudian disusun dengan gaya bahasa formal, bertutur, dan disertai sikap rendah hati.
D.    Keunggulan dan Kelemahan
Buku ini menggunakan bahasa penuturan yang  cukup menarik untuk di baca karena sederhana dan mudah dicerna untuk berbagai kalangan. Dari setiap kalimat yang ada saya membaca bahwa melalui buku ini CT ingin mengajak setiap orang yang membaca bukunya untuk kurang lebih mengikuti jejaknya sebagai pengusaha karena setidaknya ada tujuan yang jelas ingin ia sampaikan terkait dengan jiwa wirausaha di Indonesia yang sedang berkembang pesat ini.
 Pada buku ini tampaknya beliau juga ingin berbagi salah satu filosofi/ideologi yang menjadi kebanggannya yaitu "MENJADI PENGUSAHA BUKAN KARENA BAKAT ATAU KETURUNAN TETAPI KARENA KEMAUAN DAN KEMAMPUAN YANG TERUS DILATIH" . Hal lain yang menjadi keunggulan dalam buku ini adalah bagaimana ia secara tidak langsung mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpengaruh terhadap kehidupannya serta bagaimana kerasnya perjuangan beliau untuk mencapai posisi yang sekarang sudah diraihnya dengan awal kehidupan dari nol hingga akhirnya menjadi seorang yang sukses dibidangnya.
Meskipun tampak sempurna namun buku ini mempunyai beberapa kekurangan tentang terlalu tebal dan mahalnya buku ini sehingga pembaca dari kalangan menengah kebawah enggan membeli buku ini, dan  cetakannya pun hanya menggunakan kertas buram dan gambar-gambar yang disajikan tidak terlihat jelas akibat percetakannya yang kurang baik. Seharusnya dengan harga yang mahal tersebut pembaca bisa mendapatkan buku yang seimbang dengan harga yang diberikan, dengan kualitas cetakan yang baik, kertas yang baik pula, sehingga gambar-gambar yang ditampilkan akan semakin menambah daya tarik pembaca.
Buku yang berjudul Chairul Tanjung si Anak Singkong ini bila dibandingkan dengan buku yang sejenis lebih menarik dikarenakan isinya yang memberikan banyak motivasi dalam kehidupan untuk mengikuti jejak kesuksesan Chairul Tanjung yang dirintis dari nol sampai besar seperti sekarang.


E.     Kesimpulan dan Saran
Buku ini bermanfaat dan layak dibaca para mahasiswa dan kalangan umum karena dapat memotivasi seseorang. Dan dapat memberikan pandangan untuk kehidupan kedepan. Buku ini juga sangat menginspirasi, apalagi bagi mereka yang sedang meniti karier dalam dunia bisnis yang terkenal penuh dengan perjuangan dan kerja keras.
Dari isi buku ini dapat disimpulkan bahwa dalam mencapai kesuksesan memang memerlukan perjuangan yang sangat keras, doa, tawakal dan sungguh-sungguh dalam menjalaninya. Keridhoan dari orang tua akan mengantarkan pada kesuksesan yang luar biasa.
Sebaiknya untuk menarik minat para pembaca terhadap buku ini, lebih baik jika cetakannya menggunakan kertas yang berkualitas agar hasil cetakannya bagus, dan gambar-gambar yang ada sedikit diberi warna agar tampak jelas tidak hanya warna hitam. Jika pembenahan terhadap cetakan itu bisa dilakukan maka harga buku mahal bukan masalah, tapi karena cetakan yang buruk seharusnya harganya juga harus bisa lebih murah agar sebanding dengan apa yang ada dalam buku ini.

Minggu, 26 April 2015

TULISAN 2

Teori - Teori Tentang Laporan Ilmiah dan Semi Ilmiah

Pengertian Laporan Ilmiah dan Sistematika Laporan Ilmiah | Laporan ilmiah ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan. Berdasarkan sifat penyajiannya, laporan dibedakan menjadi laporan formal dan laporan informal.

Bagaimana Sistematika Laporan Ilmiah? Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi halhal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap. Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas :

Bagian awal, terdiri atas :
  • Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
  • Halaman pengesahan (jika perlu)
  • Halaman motto/semboyan (jika perlu)
  • Halaman persembahan (jika perlu)
  • Prakata;
  • Daftar isi;
  • Daftar tabel (jika ada)
  • Daftar grafik (jika ada)
  • Daftar gambar (jika ada)
  • Abstak : uraian singkat tentang isi laporan
Bagian Isi, terdiri atas:
  • Bab I Pendahuluan berisi tentang: Latar belakang, Identitas masalah, Pembatasan masalah, Rumusan masalah, Tujuan dan manfaat
  • Bab II : Kajian Pustaka
  • Bab III : Metode
  • Bab IV : Pembahasan
  • Bab V : Penutup
Bagian Akhir, terdiri atas
  • Daftar Pustaka
  • Daftar Lampiran
  • Indeks : Daftar istilah 
  • Laporan Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti  metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan   non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis   Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot,  dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
  • Sifat dari Laporan Semi ilmiah
    1.     Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
    2.     Fakta yang disimpulkan subyektif.
    3.    Gaya bahasa formal dan popular
    4.    Mementingkan diri penulis
    5.     Melebihkan-lebihkan sesuatu
    6.     Usulan-usulan bersifat argumentativ
    7.    Bersifat persuasif.

    Jenis laporan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Resensi buku adalah bentuk kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.  3 Contoh Laporan Semi Ilmiah : 1. Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.     Isi artikel dapat bermacam - macam, beberapa contoh yang sering kita baca : 
    • Sejarah  
    • Petualangan  
    • Argumentasi  
    • Hasil penelitian  
    • Bimbingan untuk melakukan/ mengajarkan sesuatu. 
           2 . Resensi Buku ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. Tujuan    
           resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu 
           patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. 
           3.Tips ialah arahan tentang langkah-langkah yang  harus dilakukan untuk tujuan tertentu. Tips 
           biasanya berisi kata-kata yang mudah dipahami oleh siapa saja yang membacanya. Tips  
           biasanya ditulis berdasarkan pengalaman atau pengetahuan dari seorang yang memberikan 
           tips. Tips biasanya ditulis dikarena suatu hal yang dibahas sering dialami oleh sebagain besar 
           lapisan masyarakat. 

Sumber : 
http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-laporan-ilmiah-dan.html#_
http://dillahsalasa.blogspot.com/2014/05/teori-laporan-semi-ilmiah.html

TULISAN 2

Teori - Teori Proposal Ilmiah dan Semi Ilmiah

  • Definisi 
Proposal adalah rencana yang disusun secara sistematika dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal (Finoza, 1999 : 157).

  • Kerangka Proposal
       Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
  1. Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
  2. Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
  3. Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
  4. Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
  5. Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
  6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
  7. Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
  8. Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
  9. Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
  10. Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.
  • Syarat Penyusunan Proposal 
          Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut : 
 
        - Memiliki struktur dan logika yang jelas
        - Hasil kegiatan itu terstruktur 
        - Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat 
           dikuasai atau dikerjakan 
        - Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak 
           mengada-ada
  • Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :
  • Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
  • Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
  • Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
  • Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
  • Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
  • Jenis Proposal
Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
  • Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
  • Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
  • Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
  • Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.
  1. Proposal Ilmiah
Salah satu jenis tulisan ilmiah adalah proposal penelitian. Proposal penelitian biasanya dibuat untuk aplikasi permohonan bantuan dana penelitian dan untuk rancangan skripsi, tesis, dan disertasi.
Proposal paling tidak memuat :
(1) lingkup masalah dan perumusan masalah
(2) aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian
(3) metodologi penelitian
(4) instrumen penelitian
(5) teknik analisis data
(6) rencana kegiatan penelitian
Ide penelitian diperoleh melalui :
  • Kehidupan sehari-hari
  • Masalah praktis
  • Hasil penelitian sebelumnya dan teori yang berkembang
  • Sistematika Proposal
Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
  • BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Kegunaan Penelitian
  • Bab II Landasan teori (Kajian Pustaka)
2.1. Teori variabel (dependen , independen)
2.2. Penelitian relevan
2.3. Kerangka Berpikir
2.4. Hipotesis yang diajukan
  • Bab III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian)
3.2. Waktu dan tempat
3.3. Populasi dan sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
        a. Jenis dan sumber data
        b. Instrumen
        c. Definisi Operasional (kisi-kisi)
3.5. Teknik Analisis data
3.6. Jadwal Penelitian
 
2. Proposal Semi Ilmiah
Semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
Artinya dapat dikatakan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Sumber :  http://irriyanti.blogspot.com/2014/04/tugas-ii-teori-tentang-proposal-ilmiah.html

TUGAS 2 - PROPOSAL



PROPOSAL

TUGAS AKHIR


Oleh:

IMAM KURNIAWAN
071.10.138


JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2014

I. Judul
EVALUASI PEREKAHAN HIDROLIK DI SUMUR DALAM
II. Latar Belakang Masalah Dan Teori Dasar
            Stimulasi adalah pekerjaan merangsang sumur yang merupakan suatu proses perbaikan terhadap sumur untuk meningkatkan harga permeabilitas formasi yang mengalami kerusakan sehingga dapat memberikan laju produksi yang besar, yang akhirnya produktifitas sumur akan menjadi lebih besar jika dibandingkan sebelum diadakannya stimulasi sumur. Stimulasi dilakukan pada sumur-sumur produksi yang mengalami penurunan produksi yang disebabkan oleh adanya kerusakan formasi (formation damage) disekitar lubang sumur dengan cara memperbaiki permeabilitas batuan reservoir. Salah satu metode stimulasi untuk menaikkan produktifitas sumur ialah Hydraulic Fracturing. Umumnya metode perekahan hidrolik ini digunakan pada reservoir yang memiliki karakteristik formasi berupa sandstone.
            Hydraulic Fracturing adalah usaha membuat rekahan untuk mengalirnya fluida ke lubang sumur dengan proses menginjeksikan fluida perekah ke formasi rekahan. Stimulasi dilakukan pada sumur-sumur produksi yang mengalami penurunan produksi yang disebabkan oleh adanya kerusakan formasi (formation damage) disekitar lubang sumur dengan cara memperbaiki permeabilitas batuan reservoir.
Perekahan hidrolik (hydraulic fracturing) adalah suatu teknik stimulasi yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan produktivitas sumur dimana metode ini dilakukan dengan pembuatan rekahan dalam media berpori atau membuat saluran konduktif ke dalam reservoir dengan menginjeksikan fluida perekah bertekanan lebih besar daripada tekanan rekah formasi sehingga akan terbentuk rekahan. Kemudian rekahan tersebut diisi dengan material pengganjal (propping agent). Dengan adanya proppant di dalam rekahan yang didesain bentuk , ukuran dan pengepakannya, diharapkan porositas dan permeabilitas formasi di sekitar lubang sumur akan meningkat. Adanya pertimbangan dimana hydarulic fracturing bermanfaat, yaitu :
·         Bila reservoir terdiri dari batuan dengan permeabilitas rendah dan homogen, maka fracturing akan memberikan efek yang sama dengan menambah radius lubang sumur, yaitu fluida yang semula mengalir melalui batuan dengan permeabilitas rendah mampu bergerak ke dalam rekahan berkapasitas tinggi pada jarak tertentu dari sumur.
·         Fracturing akan mengeliminasi kerusakan formasi.
·         Penerapan fracturing pada batupasir, juga efektif menahan butiran pasir lepas yang berukuran kecil (fines) agar tidak terbawa ke lubang sumur.

III. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari tugas akhir ini adalah untuk mengevaluasi hasil dari  pelaksanaan perekahan hidrolik pada sumur produksi. Hasil yang dapat diharapkan dapat mengetahui nilai produktivitas setelah dilakukannya stimulasi reservoir dengan hydraulic fracturing ini, yang dapat mengindikasikan bahwa perekahan hidrolik yang dilakukan pada sumur gas.

IV. METODE YANG DIGUNAKAN
Metode yang digunakan dalam teknologi ini adalah menggunakan tekanan hidrolik dengan pasir penganjal untuk mendapatkan permeabilitas yang continue agar membuat rekahan tetap terbuka dan mencegah rekahan tidak tertutup sehingga memudahkan fluida hidrokarbon mengalir ke pipa produksi. Ada 3 metode formula pekerjaan perekahan hidrolik yaitu untuk horizontal fracturing, vertical fracturing dan angle fracturing.
            Pada penulisan ini menggunakan analisa terhadap Productivity Indeks dan effisiensi aliran yang akan digambarkan pada grafik IPR. Dari grafik tersebut dapat kita lihat kenaikan produksinya.

V. RENCANA PELAKSANAAN
            Rencana pelaksanaan tugas akhir saya kurang lebih akan memakan waktu  selama delapan minggu (dua bulan). Dengan perincian sebagai berikut :
Minggu Pertama
-          Pengenalan Lapangan
-          Penentuan sumur yang akan digunakan untuk hydraulic fracturing
-          Masalah yang akan dikaji
-          Diskusi
Minggu Kedua
-          Studi literatur
-          Perencanaan dan analisa proses perekahan
-          Diskusi
-          Weekly Report
Minggu Ketiga
-          Pengenalan penggunaan alat yang digunakan
-          Pengenalan proppant agent yang akan digunakan
-          Diskusi
-          Weekly Report
Minggu Keempat
-          Pemilihan proppant agent yang akan digunakan
-          Penentuan arah rekahan
-          Diskusi
-          Weekly Report
Minggu Kelima
-          Pelaksanaan proses perekahan
-          Analisa hasil proses perekahan
-          Diskusi
-          Weekly Report
Minggu Keenam
-          History matching dengan perekahan terdahulu.
-          Membandingkan laju produksi setelah proses perekahan dengan sebelum dilakukannya perekahan.
-          Diskusi
-          Weekly Report
Minggu Ketujuh
-          Evaluasi hasil akhir
-          Diskusi
-          Weekly Report
Minggu Kedelapan
-          Hasil akhir
-          Diskusi
-          Final Report

 Sumber : Imam Kurniawan